Bombastis Harga Bahan Bangunan Naik 20 Persen

Harga bahan bangunan di Semarang beberapa minggu terakhir naik 20 persen. Selain karena imbas kenaikan tarif dasar listrik, stok barang di pasaran juga mulai berkurang.

Berdasarkan pantauan Suara Merdeka CyberNews di beberapa toko bangunan, Jumat (21/1), harga sejumlah bahan bangunan seperti harga besi baja harga besi h beam harga besi baja harga besi plat kapalharga besi beton harga besi pipa harga besi cnp harga besi unp semen, besi kolom dan batu bata sudah naik sejak awal 2011. Harga semen merek Holcim naik menjadi Rp 43.000/sak dari sebelumnya Rp 40.000/sak.

Semen Gresik dijual Rp 44.000/sak dari Rp 41.500/sak. Sementara harga besi kolom berdiameter enam milimeter dari Rp 13.000 per batang naik menjadi Rp 16.000 per batang, besi delapan milimeter dari Rp 27.500 per batang menjadi Rp 38.000 per batang, besi ukuran 10 milimeter dari Rp 39.000 per batang naik menjadi Rp 45.000 per batang. Untuk batu bata dari Rp 400.000 per 1.000 buah menjadi Rp 500.000 per 1.000 buah.

Tak hanya semen dan besi, harga besi pipa harga besi siku harga besi wf harga besi wiremesh harga besi cnp harga besi h beam harga besi siku harga besi unp harga besi wf harga paku reng juga naik dari Rp 11.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram, kemudian harga keramik putih ukuran 30×30 sentimeter dari Rp 30.000/kotak naik jadi Rp 38.000/kotak, keramik ukuran 40×40 sentimeter dari Rp 35.000/kotak menjadi Rp 40.000/kotak.

Pemilik toko bangunan UD Muchayatsyah Mrican, Dina, mengatakan, kenaikan harga material disebabkan naiknya tarif dasar listrik dan tingginya curah hujan yang berpengaruh pada kelangkaan bahan bangunan seperti batu bata karena jumlah produksi berkurang. “Karena proses penjemuran tidak maksimal, produksi dan kualitas batu bata menurun. Akibatnya stok di pasaran mulai berkurang,” ujarnya.

Pasokan material yang mulai berkurang, membuat para pemilik toko bangunan terpaksa menaikkan harga. Itu pula yang dilakukan Joko Ismiyanto pemilik toko bahan bangunan Anugerah di Jalan Pudak Payung. Akibat naiknya harga bahan bangunan, omsetnya pun menurun sampai 15-20 persen akibat sepi pembeli.

Jika setiap harinya rata-rata bisa mendapat Rp 3 juta, saat ini hanya Rp 2,5 juta. Senada, Purwanto karyawan Toko Bangunan Murah di kawasan Tanah Mas juga mengatakan bahwa harga besi kolom dari agen naik 20 persen sejak awal tahun.

Harga besi berdiameter enam milimeter naik menjadi Rp 17.000 per batang dari Rp 14.000 per batang, besi ukuran delapan milimeter dari Rp 27.000 per batang naik jadi Rp 37.500 per batang, dan besi ukuran 10 milimeter naik dari Rp 39.000 jadi Rp 45.000 per batang. Harga batu bata naik dari Rp 400.000 per 1.000 buah naik jadi Rp 500.000 per 1.000 buah.

“Sudah beberapa minggu ini pengiriman besi dari agen tersendat. Bila stok masih terus kurang, kenaikan harga harga besi pipa harga besi beton harga besi beton ulir harga besi pipa harga besi plat harga besi wiremesh harga bondek harga spandek akan terus berlanjut. Kami terpaksa menaikkan harga karena dari agen harga sudah naik,” katanya.

BERITA KONSTRUKSI INDONESIA