Pengertian Plesteran Dan Fungsinya



Plesteran ialah lapisan yang digunakan untuk menutupi suatu bidang bangunan supaya tingkat kekuatannya lebih kokoh. Memplester berarti melapisi suatu bidang bangunan menggunakan adukan yang terbuat dari adonan semen, pasir, dan air. Dengan mengaplikasikan plesteran, suatu bidang bangunan juga bakalan terlihat lebih rapi. Tidak hanya dinding, plesteran juga biasanya diterapkan di struktur plafon dan lantai bangunan.
Adapun fungsi-fungsi dari plesteran antara lain :
  1. Meningkatkan kekuatan struktur bidang bangunan
  2. Meratakan permukaan suatu bidang bangunan
  3. Melindungi struktur bangunan dari cuaca yang ekstrim
Jika ditinjau dari tingkat kerataannya, jenis-jenis plesteran sanggup dikelompokkan menjadi 3 macam. Yang pertama ialah plesteran bergairah atau beraben biasanya diterapkan pada pekerjaan struktur bangunan yang akan diurug. Jenis kedua yaitu plesteran setengah halus yang biasanya diaplikasikan pada pekerjaan pembuatan kamar mandi, lantai outdoor, dan lapangan olahraga indoor. Dan untuk jenis plesteran yang ketiga ialah plesteran halus di mana paling sering digunakan dalam membentuk dinding dan lantai bangunan.
Sementara itu, ragam plesteran berdasarkan kegunaannya sanggup dibagi menjadi dua jenis yaitu plesteran biasa dan plesteran kedap air. Plesteran biasa bersifat tidak kedap air sehingga sanggup diterapkan pada ruangan-ruangan yang tidak bekerjasama eksklusif dengan air. Sebaliknya, plesteran kedap air merupakan plesteran yang sanggup dipercaya untuk digunakan di ruangan yang mempunyai tingkat kelembaban tinggi menyerupai kolam renang, kolam mandi, dan susukan air.
Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi plesteran yang bermutu baik di antaranya :
  1. Permukaannya harus benar-benar rata dan tegak
  2. Ketebalannya berkisar antara 11-16 mm
  3. Tidak adanya keretakan yang muncul pada plesteran
Pada dasarnya, adukan/spesi plesteran terbuat dari portland cement yang ditambah agregat halus dan air. Terdapat tiga macam portland cement yang perlu Anda ketahui yaitu semen putih untuk nat, semen abu-abu untuk plesteran, dan semen merah untuk paving block. Sedangkan agregat halus yang digunakan biasanya berupa pasir yang juga sanggup dikelompokkan lagi menjadi majemuk jenis. Beberapa tukang bangunan pun kerap menambahkan admixture untuk mengubah sifat tertentu dari adukan plesteran tersebut.

Harapannya sehabis Anda memahami serba-serbi mengenai plesteran di atas, Anda sanggup menyadari kegunaan utama dari plesteran. Anda juga sanggup melaksanakan langkah-langkah yang harus diperbuat untuk membangun plesteran yang berkualitas bagus. Hal penting lainnya ialah Anda sanggup membentuk plesteran sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan oleh bangunan sehingga sanggup mengefektifkan penggunaan anggaran yang tersedia.

0 Response to "Pengertian Plesteran Dan Fungsinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel