Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Metode Pelaksanaan Pemasangan Keramik Lantai Pada Sebuah Ruangan

 
Pekerjaan pemasangan Keramik Lantai biasanya diterapkan pada lantai sebuah Rumah, Kamar Mandi, Kantor, Gedung, Hotel, Selasar, Garasi, dan sebagainya. Dengan tujuan menciptakan Lantai tersebut menjadi bersih, indah, rapi, lebih nyaman untuk dilalui (dipergunakan), serta gampang dalam perawatan kebersihannya.

Keramik Lantai yang banyak dipakai biasanya berbentuk Bujur Sangkar. Ada yang berukuran 20x20 cm, 30x30 cm, 40x40 cm, 50x50 cm, 60x60 cm, 80x80 cm, dan sebagainya. Kita sanggup menentukan Ukuran Keramik yang ideal (cocok) untuk dipasangan pada Ruangan yang kita inginkan.

Pola pemasangan Keramik pada sebuah Ruangan sebaiknya direncanakan terlebih dahulu, semoga menghasilkan tampilan yang lebih Indah dan lebih Ekonomis. Disini saya akan menawarkan Tips Cara Mengatur Susunan Pasangan Keramik Lantai tersebut.

Tips dan Cara Mengatur Susunan Pasangan Keramik:

1.  Gambar 1 dibawah yakni pola Denah Rumah yang akan dipasang Keramik, yang mempunyai Pintu Masuk tipe 2 Daun. Tahap pertama: Ukur lebar ruangan tersebut. Seperti terlihat pada Gambar 1 dibawah, didapat Lebar ruangan = 286 cm.

2.  Ukuran Keramik Lantai yang hendak dipasang yakni 60x60 cm. Selanjutnya kita akan merencanakan peletakan posisi Keramik Pertama yang letaknya sempurna di Area Pintu masuk. Seperti terlihat pada Gambar 2 dibawah ini.

Posisi Keramik Pertama ini penting, menjadi pemikiran untuk pemasangan Keramik selanjutnya. Karena posisinya berada pada Pintu Masuk (yang senantiasa terlihat dikala seseorang masuk atau keluar Rumah), maka letaknya harus Simetris terhadap Lebar ruangan, semoga indah dilihat. 


3.  Alternatif Pertama dari peletakan Keramik Pertama terlihat pada Gambar 3 dibawah ini. Jika dilanjutkan dengan pemasangan Keramik sebelah Kanan dan Kiri-nya, tentu saja akan terlihat seperti Gambar 4 dibawah ini. Pada belahan terluar Kanan dan Kiri tersebut, akan terbentuk jarak 23 cm, yang tentu saja harus dipasang Keramik juga (pakai Potongan Keramik). 


4.  Alternatif Kedua dari peletakan Keramik Pertama terlihat pada Gambar 5 dibawah ini. Jika dilanjutkan dengan pemasangan Keramik sebelah Kanan dan Kiri-nya, tentu saja akan terlihat seperti Gambar 6 dibawah ini. Pada belahan terluar Kanan dan Kiri tersebut, akan terbentuk jarak 53 cm, yang tentu saja harus dipasang Keramik juga (pakai Potongan Keramik).


5.  Dari dua Alternatif diatas, secara langsung saya akan menentukan Pola Pemasangan Keramik Alternatif Kedua, lantaran akan lebih indah dan rapi dilihat. Ini disebabkan lantaran Ukuran Keramik utuh = 60x60 cm (lebarnya = 60 cm), sedangkan lebar Potongan Keramik-nya = 53 cm. Perbedaannya tidak mencolok, hanya 7 cm).

6.  Setelah disepakati menggunakan pola pemasangan Alternatif Kedua, lanjutkan dengan pemasangan Kepala Keramik, menyerupai terlihat pada Gambar 7 dibawah ini. Semua Keramik yang terpasang pada Gambar 7 tersebut diberi nama Kepala Keramik (istilah di Lapangan), yang fungsinya menjadi Pedoman bagi pemasangan Keramik yang lain (selanjutnya).


7.  Lanjutkan pemasangan Keramik lainnya hingga selesai, menyerupai terlihat pada Gambar 8 dibawah ini. Lalu lakukan pengisian Nat Keramik. Setelah pengisian Nat Keramik selesai, lakukan Pembersihan.


8.  Pekerjaan selesai.. Semoga isu ini berguna..
Untuk melengkapi.., bila pemasangan Keramik Lantai tersebut mengikuti pola pemasangan Alternatif Pertama, risikonya menjadi menyerupai Gambar 9 dibawah ini.

Demikian artikel tentang Metode Pelaksanaan Pemasangan Keramik Lantai Pada Sebuah Ruangan yang dapat kami sampaikan. Untuk artikel lainnya tentang Cara Memasang Bekisting Sloof Rumah Dan Pagar dapat dilihat DISINI.

Post a Comment for "Metode Pelaksanaan Pemasangan Keramik Lantai Pada Sebuah Ruangan"