Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

A.2.3.1.10 - Pemadatan tanah 1 M3 tanah (per 20 cm)

A.2.3.1.10 - Pemadatan tanah 1 M3 tanah (per 20 cm)
NO URAIAN SATUAN KOEFISIEN HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
A TENAGA
Pekerja OH 0,5000 81.500,00 40.750,00
Mandor OH 0,0500 107.000,00 5.350,00
JUMLAH HARGA TENAGA 46.100,00
B BAHAN
- - - - -
JUMLAH HARGA BAHAN -
C ALAT
- - - - -
JUMLAH HARGA ALAT -
D Jumlah (A+B+C) 46.100,00
E Overhead & Profit 10% x D 4.610,00
F HARGA SATUAN   PEKERJAAN ( D + E ) 50.710,00



======= ARTIKEL TERKAIT =======



Sebuah konstruksi tidak begitu saja dibangun di atas lahan yang sudah disediakan. Dibutuhkan persiapan-persiapan sebelumnya agar lahan tersebut benar-benar siap untuk pendirian konstruksi, terlebih pada konstruksi-konstruksi besar seperti bangunan bertingkat, jalan raya, bendungan, bandara dan konstruksi lainnya. Umumnya langkah awal yang dilakukan adalah dengan membersihkan lahan, misalnya saja menebangi pohon-pohon, membersihkan semak dan menyingkirkan bebatuan yang mungkin mengganggu. Setelah itu, dilakukan proses perataan dengan menutup lubang-lubang dan meratakan bukit-bukit kecil yang tersebar di lahan. Sampai di sini proses persiapan lahan masih belum selesai dilakukan, masih ada tahapan lainnya yakni tahapan pemadatan tanah.




Tujuan dan Faktor yang Mempengaruhi Pemadatan Tanah

Tahapan pemadatan dilakukan dengan cara menggilas, memukul ataupun mengolah tanah. Tahapan pemadatan tanah penting untuk dilakukan dan bukan tanpa tujuan. Sepertinya cukup merepotkan tetapi pemadatan tanah akan meningkatkan kekuatan tanah, memperkecil daya rembes air dan memperkecil pengaruh air terhadap lahan. Tanah yang sudah dipadatkan dengan baik akan benar-benar memiliki kekuatan dan stabil menopang beban konstruksi.

Tentu saja ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemadatan tanah. Faktor-faktor tersebut meliputi kadar air dalam tanah yang dipadatkan, jenis tanah, luas permukaan yang menerima tekanan dalam proses pemadatan, ketebalan lapisan tanah yang dipadatkan, dan jumlah lintasan alat pemadat, misalnya 10 kali atau 15 kali.

Sederet faktor tersebut akan menentukan lamanya proses pemadatan dan peralatan yang digunakan. Misalnya saja faktor lapisan yang dipadatkan akan mempengaruhi jenis peralatan yang dipakai. Semakin tebal lapisan yang dipadatkan, maka dibutuhkan alat pemadat tanah yang semakin berat pula. Sementara itu pada jenis tanah yang kering, maka proses pemadatan lebih sulit dilakukan. Karena itu pula perlu ditambahkan air dalam proses pemadatan tanah supaya diperoleh kadar air optimal sehingga hasil pemadatan tanah memuaskan.


Peralatan Pemadatan Tanah

Proses pemadatan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Saat ini tersedia pilihan peralatan pemadatan tanah baik yang digerakkan dengan tenaga manusia atau hewan dan peralatan mesin modern. Tentu saja, masing-masing tipe peralatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan peralatan bisa dilakukan menyesuaikan dengan medan, kondisi tanah yang hendak dipadatkan dan tentunya anggaran yang telah direncanakan.


Alat pemadat tangan
Alat ini tergolong sebagai alat pemadat manual. Bentuknya cukup sederhana yakni terbuat dari beton cor yang diberi tangkai. Alat ini dipakai dengan cara menumbukkannya ke permukaan tanah yang hendak dipadatkan. Tentu saja alat ini sangat mengandalkan kekuatan manusia. Alat pemadat tangan ini masih diandalkan khususnya untuk daerah-daerah terpencil dengan luas lahan yang terbatas. Misalnya saja pemadatan tanah untuk pondasi rumah sederhana.


Alat pemadat silinder beton
Seperti halnya alat pemadat tangan, alat pemadat ini masih tergolong alat manual. Bentuknya silinder dari beton cor yang dioperasikan dengan cara ditarik dengan menggunakan kerbau, sapi atau kendaraan bermotor. Alat ini bisa menjadi pilihan untuk menghemat biaya pemadatan tanah terutama pada area yang tidak luas.


Stamper kuda
Alat pemadat tanah yang satu ini terbilang sudah lebih canggih jika dibandingkan peralatan pemadat tanah manual. Stamper kuda merupakan mesin yang dirancang secara khusus sehingga memiliki daya tekan untuk memadatkan tanah. Kecepatan dan ukuran mesin stamper kuda ini bervariasi. Begitu pula dengan bahan bakar yang digunakan. Ada yang menggunakan solar dan ada pula yang memakai bensin. Tentu saja dengan mesin ini, pekerjaan pemadatan tanah menjadi lebih cepat daripada menggunakan peralatan pemadat tanah manual.


Pneumatik Tired Roller
Peralatan pemadat tanah ini memiliki roda-roda penggilas berupa ban karet. Roda-roda tersebut diatur dengan susunan berselang-seling. Tujuannya agar tanah yang tak tergilas roda bagian muka dapat tergilas dengan roda di bagian belakang. Pada peralatan ini, tekanan di permukaan tanah juga bisa diatur agar sesuai dengan kebutuhan. Pengaturan tekanan dapat dilakukan dengan mengubah tekanan ban. Peralatan ini cocok digunakan pada permukaan tanah granular, tanah lempung dan jenis tanah pasir.


Three Wheel Roller
Peralatan pemadat yang disebut three wheel roller ini biasanya digunakan pada jenis pemadatan dengan material berbutir kasar. Alat pemadat ini dirancang dengan tiga silider yang terbuat dari baja. Tujuannya tak lain untuk menambah berat pemadat. Roda silinder sendiri bisa diisi dengan pasir, minyak atau air sehingga diperoleh berat yang dibutuhkan. Berat roda-roda penggilas ini sekitar 6 ton sampai dengan 12 ton.


Stamper Kodok atau Plate Compactor
Stamper kodok bekerja dengan vibrasi atau getaran untuk memadatkan tanah. Alat pemadat ini selain umum digunakan untuk memadatkan paving, juga bisa dipakai untuk memadatkan permukaan tanah ataupun memadatkan kerikil yang telah bercampur dengan aspal pada pekerjaan pengaspalan jalan. Alat pemadat tanah ini bekerja dengan mesin yang menggunakan bahan bakar bensin dan dioperasikan oleh satu orang operator.


Vibration Roller
Alat pemadat ini juga memadatkan tanah dengan menggunakan vibrasi atau getaran seperti halnya stamper kodok. Tetapi alat ini memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Vibration roller biasanya juga dilengkapi dengan tangki yang dapat diisi dengan air. Fungsinya tak lain untuk membasahi area yang hendak dipadatkan supaya debu-debu tidak beterbangan. Alat ini digerakkan dengan mesin diesel dan ketinggian pegangan alat bisa disesuaikan dengan tingkat kenyamanan operator yang mengendalikannya. Dengan menggunakan peralatan ini, tentunya proses pemadatan menjadi lebih mudah dan cepat dilakukan. Alat ini cocok dipakai tak hanya untuk memadatkan tanah tetapi juga memadatkan paving dan aspal di jalanan.


Tandem Roller
Tandem roller tergolong sebagai alat berat untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi besar seperti bandara dan jalan raya. Alat ini dipakai untuk penggilasan akhir agar permukaan aspal menjadi lebih rata. Saat ini tersedia tandem roller dengan dua poros dan tandem roller dengan tiga poros. Tandem roller memiliki bobot 8 ton sampai dengan 14 ton dan menghasilkan lintasan yang sama di setiap rodanya.


Segment Roller
Berbeda dengan tandem roller, segment roller memberikan efek pemadatan pada bagian bawah tanah. Tak hanya itu saja, alat ini juga bisa menekan kandungan air yang berlebihan pada lapisan tanah sehingga tanah mempunyai tingkat kepadatan ideal. Alat ini tersusun dari roda yang terbuat dari lempengan-lempengan baja berukuran besar dan berbobot berat. Tentu saja dibutuhkan keahlian untuk mengendalikan peralatan ini. Dengan ukurannya yang besar dan berat, alat pemadat tanah ini cocok dipakai pada area luas dan untuk kebutuhan konstruksi besar seperti gedung bertingkat, landasan pesawat dan jalan raya.

Nah, itulah seluk beluk pemadatan tanah yang penting untuk diketahui sebelum memulai konstruksi. Dengan lahan yang padat, maka konstruksi pun akan berdiri dengan kuat dan tahan lama. Tanah yang sudah dipadatkan dengan baik akan memberikan kestabilan bagi konstruksi apapun yang didirikan diatasnya. Karena itu, lakukan tahapan pemadatan tanah ini dengan baik agar hasil keseluruhan konstruksi juga berkualitas.


Post a Comment for "A.2.3.1.10 - Pemadatan tanah 1 M3 tanah (per 20 cm)"