Metode Pelaksanaan Pekerjaan Cor Beton Pada Struktur Rumah 1 Lantai Dan Rumah 2 Lantai


Tulisan saya kali ini cukup sederhana, tapi kurang lengkap rasanya jikalau saya tidak menulis perihal hal ini. Karena ini yakni rangkuman dari proses Pelaksanaan Pekerjaan Cor Beton pada Struktur sebuah Rumah, Gedung, atau bangunan lainnya, menyerupai Kantor, Ruko, dan sebagainya.

A.  Tahapan Pekerjaan Cor Beton pada Rumah 1 Lantai

Disini saya memaparkan jikalau Rumah tersebut memakai Pondasi Setempat. Pelaksanaan Pengecoran-nya dilakukan secara berurutan, sesuai dengan Gambar 1 dibawah ini.

(Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Rumah 1 Lantai)

1.  Pengecoran Tapak Pondasi (A), yang fungsi-nya memikul semua beban diatasnya, yaitu berat Struktur, Dinding, Kusen dan Pintu, Atap, Plafon, Elektrikal, Plumbing, dan semua item pekerjaan Finishing.

2.  Pengecoran Kolom diatas Pondasi / Kolom dibawah Sloof (B), yang fungsi-nya menyalurkan semua beban diatas-nya ke Tapak Pondasi.

3.  Pengecoran Sloof (C), yang berfungsi sebagai Pondasi Menerus yang memikul berat Dinding, Kusen, Pintu, dan Jendela diatasnya. Juga sebagai Pengaku bagi semua Kolom dibawah Sloof (B)

4.  Pengecoran Kolom Mudah (D), yang biasanya dilakukan sehabis pemasangan Dinding Rumah, yang sanggup dibentuk dari Batubata, Hebel, Batu Kapur, atau Batako. Fungsi Kolom Mudah ini yakni semoga semua pasangan Dinding tersebut sanggup berdiri kokoh dan tidak mengalami retak di lalu hari.

5.  Pengecoran Ring Balok (E), dilakukan sehabis semua pasangan Dinding Rumah dan pengecoran Kolom Mudah (D) selesai. Fungsi-nya yakni sebagai Pengaku bagi semua pasangan Dinding Rumah dan Kolom Mudah tersebut, juga sebagai Dudukan yang kokoh untuk pemasangan Rangka Kuda-kuda Atap.

B.  Tahapan Pekerjaan Cor Beton pada Rumah 2 Lantai

Disini saya memaparkan jikalau Rumah tersebut memakai Pondasi Setempat. Pelaksanaan Pengecoran-nya dilakukan secara berurutan, sesuai dengan Gambar 2 dibawah ini.


(Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Rumah 2 Lantai)

1.  Pengecoran Tapak Pondasi (A), yang fungsi-nya memikul semua beban Lantai 1 dan Lantai 2, yaitu berat Struktur, Dinding, Kusen dan Pintu, Atap, Plafon, Elektrikal, Plumbing, dan semua item pekerjaan Finishing.

2.  Pengecoran Kolom diatas Pondasi / Kolom dibawah Sloof (B), yang fungsi-nya menyalurkan semua beban diatas-nya ke Tapak Pondasi.

3.  Pengecoran Sloof (C), yang berfungsi sebagai Pondasi Menerus yang memikul berat Dinding, Kusen, Pintu, dan Jendela, yang berada di Lantai 1. Juga sebagai Pengaku bagi semua Kolom dibawah Sloof (B)

4.  Pengecoran Kolom Lantai 1 (D), yang fungsi-nya memikul semua beban pada Lantai 2, yaitu Balok Beton, Plat Lantai Beton, Kolom, Dinding, Kusen dan Pintu, Atap, Plafon, Elektrikal, Plumbing, dan semua item pekerjaan Finishing di Lantai 2.

5.  Pengecoran Balok Beton Lantai 2, Plat Beton Lantai 2, dan Tangga Beton (E), yang biasanya dilakukan sekaligus pada waktu yang sama.

6.  Pengecoran Kolom Lantai 2 (F), yang dilakukan diatas Plat Beton Lantai 2 dan Balok Beton Lantai 2.

7.  Pengecoran Ring Balok (G), yang dilakukan sehabis semua pasangan Dinding Rumah Lantai 2 dan pengecoran Kolom Lantai 2 (F) selesai. Fungsi-nya yakni sebagai Pengaku bagi semua pasangan Dinding Rumah dan Kolom Lantai 2 tersebut, juga sebagai Dudukan yang kokoh untuk pemasangan Rangka Kuda-kuda Atap.

Demikian Metode Pelaksanaan Pekerjaan Cor Beton Pada Struktur Rumah 1 Lantai Dan Rumah 2 Lantai yang dapat kami sampaikan. Untuk artikel lainnya tentang Cara Menghitung Kebutuhan Jumlah Keramik Lantai dapat dilihat DISINI.

0 Response to "Metode Pelaksanaan Pekerjaan Cor Beton Pada Struktur Rumah 1 Lantai Dan Rumah 2 Lantai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel