Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lantai Kerja Dan Fungsinya


Lantai kerja merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan dalam konstruksi bangunan dengan lingkup dan kondisi lingkungan yang cukup kompleks. Ketebaan lantai kerja biasanya setebal 10 - 15 cm. Adapun fungsi dari pembuatan lantai kerja yaitu sebagai berikut :
  1. Memudahkan pekerja berdiri d atas lahan datar, lahan menjadi tidak kotor dan becek.
  2. Merupakan dudukan besi lapis bawah (untuk pondasi rakit atau pile-cap.
  3. Menahan gaya angkat (up-lift force) tanah di bawahnya.

Sedangkan langkah-langkah pembuatan lantai kerja yaitu sebagai berikut :
  1. Memastikan elevasi yang dibutuhkan untuk lantai kerja (leveling lantai).
  2. Memasang pondasi cerucuk bambu. Jarak dan kedalaman cerucuk sangat bergantung pada kondisi tanah. Bila kondisi tanah jelek (N-SPT < 15, tanah lunak) maka cerucuk sanggup dibentuk lebih dalam dan jarak antar-cerucuk sanggup lebih rapat.
  3. Memasang plastik atau sekat sejenis. Fungsi pemasangan plastik yaitu untuk membatasi lapis beton semoga tidak bercampur dengan tanah.
  4. Pembesian lantai kerja. Pembesian pada lantai kerja perlu untuk memperkuat lantai kerja semoga cukup berpengaruh menahan gaya tekan dan up-lift tanah. Penggunaan besi cukup dengan diameter kecil saja (cukup 8 mm) dan sanggup menggunakan besi polos. Jarak penulangan sanggup dibentuk renggang (20-25 cm) sesuai dengan kebutuhan. Usahakan menggunakan besi-besi bekas bagian semoga tidak terjadi waste besi yang berlebih.
  5. Membuat bekisting di sekitar batas lantai kerja rencana.
  6. Cor lantai kerja.

Demikian artikel tentang Lantai Kerja Dan Fungsinya yang dapat kami sampaikan. Untuk artikel lainnya tentang Cara Memperbaiki Pasangan Keramik Lantai Yang Kopong dapat dilihat DISINI.

Post a Comment for "Lantai Kerja Dan Fungsinya"