Perbedaan Septic Tank Bio Dan Septic Tank Konvensional


Apakah perbedaan antara septic tank bio dan septic tank konvensional? Setiap orang perlu melaksanakan acara BAB (Buang Air Besar) setiap hari untuk membuang kotoran hasil dari pencernaan di dalam tubuhnya. Jika tidak, kotoran tersebut justru akan mendatangkan banyak sekali penyakit yang berbahaya bagi dirinya sendiri. Tentu saja Anda tidak mau kan menderita suatu penyakit hanya gara-gara acara BAB yang kurang lancar?

Kegiatan BAB harus dilakukan di ruangan khusus yang disebut dengan toilet. Di dalam toilet terdapat kloset yang terhubung dengan septic tank sebagai daerah penampungan limbah. Sedangkan media penghubung yang digunakan umumnya berupa pipa PVC. Semakin meningkatnya kemajuan teknologi khususnya di bidang arsitektur melahirkan sebuah penemuan gres yakni septic tank bio yang bersifat modern.



 Apakah  perbedaan antara septic tank bio dan septic tank konvensional Perbedaan Septic Tank Bio dan Septic Tank Konvensional
Septic Tank Bio

Septic tank bio yaitu suatu septic tank yang dirancang secara khusus untuk menggantikan peranan septic tank konvensional. Kebanyakan produk ini terbuat dari materi fiberglass yang bersifat anti korosi, strukturnya kokoh, bebas bocor, dan tahan lama. Disebut sebagai septic tank bio alasannya yaitu septic tank ini dilengkapi dengan biofilter dan bioball yang berfungsi untuk mengolah limbah sedemikian rupa sehingga sanggup dibuang eksklusif melalui susukan pembuangan dengan aman.
Septic tank bio merupakan produk yang ramah lingkungan. Penggunaan septic tank ini disinyalir tidak akan mencemari air tanah alasannya yaitu limbah tertampung dengan kondusif di dalam wadah tank yang kuat. Limbah tersebut sama sekali tidak akan meresap ke dalam pori-pori tanah. Di dalam septic tank, limbah akan disaring, diuraikan, serta disterilisasi sehingga kondisinya lebih kondusif untuk dikeluarkan. Selain itu, septic tank bio juga dikenal bebas perawatan.


 Apakah  perbedaan antara septic tank bio dan septic tank konvensional Perbedaan Septic Tank Bio dan Septic Tank Konvensional
Septic Tank Konvensional

Septic tank konvensional yaitu septic tank yang ketika ini banyak dibentuk oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Biasanya orang akan menciptakan septic tank dari pasangan bata yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk ruangan yang ada di dalam tanah. Bagian dasar septic tank tetap dibiarkan berupa tanah dengan tujuan biar jumlah basil yang berkembang biak semakin banyak sehingga proses penguraian berjalan lebih efektif. Alhasil septic tank tersebut pun tidak mudah penuh.
Meskipun begitu, septic tank konvensional ini mempunyai risiko yang tinggi sanggup mencemari air tanah. Sisa-sisa penguraian limbah yang dilakukan oleh basil lama-kelamaan akan meresap ke dalam pori-pori tanah dan memenuhi area sekelilingnya. Jika terus dibiarkan, area yang terkontaminasi oleh limbah akan semakin meluas. Oleh alasannya yaitu itu, pembangunan septic tank konvensional wajib dilakukan dalam jarak minimal 10 m dari sumur resapan maupun sumur bor.


Perbedaan
Di bawah ini perbedaan-perbedaan antara septic tank bio dan septic tank konvensional ditinjau dari kelebihan dan kekurangannya :
  1. Septic tank bio umumnya terbuat dari materi fiberglass yang bersifat anti korosi, bebas karat, dan kokoh sehingga sanggup bertahan hingga usianya mencapai 40-50 tahun. Sedangkan septic tank konvensional biasanya dibentuk dari pasangan bata. Daya tahan septic tank tersebut dipengaruhi oleh kualitas adukan beton, mutu watu bata, dan keterampilan tukang yang membuatnya.
  2. Septic tank bio bersifat ramah lingkungan alasannya yaitu limbah tidak akan mencemari lingkungan di sekitarnya. Sebelum dikeluarkan, limbah juga telah diproses dan dibersihkan memakai desinfektan sehingga lebih aman. Berbeda dengan septic tank konvensional, di mana limbah sewaktu-waktu sanggup mencemari air tanah yang ada di sekelilingnya.
  3. Kapasitas septic tank konvensional relatif mudah penuh lantaran limbah yang masuk hanya akan diuraikan oleh basil sehingga lama-kelamaan hasil penguraian tersebut akan semakin menumpuk. Oleh alasannya yaitu itu, Anda perlu memanggil jasa sedot WC untuk mengosongkan kembali volume di dalam septic tank sekitar 5-10 tahun sekali. Tidak sama dengan septic tank bio, limbah yang masuk akan mengalami serangkaian proses pengolahan hingga kesudahannya dibuang secara otomatis menuju ke susukan pengeluaran.
  4. Proses instalasi septic tank konvensional terbilang cukup rumit. Mulai dari proses persiapan, pengukuran, pembuatan tank, pemasangan pipa, hingga tahap simpulan membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama. Sementara itu, proses pemasangan septic tank bio jauh lebih mudah lantaran produk ini diproduksi oleh pabrik yang telah mempunyai standar khusus. Pemasangannya cukup dengan menanamkan septic tank ini dan menyambung pipa-pipa yang sudah melengkapinya.
  5. Dari segi biaya pembuatan, memang untuk pembelian septic tank bio terbilang mahal. Anda sanggup melaksanakan penghematan yang cukup banyak bila menciptakan septic tank konvensional. Apalagi jikalau proses pembuatan septic tank ini dikerjakan gotong royong dengan pembangunan rumah. Tetapi usia pakai septic tank bio yang lebih usang dan kepraktisan dalam penggunaannya menciptakan harga pengadaan yang mahal tersebut sanggup terasa jauh lebih murah.

0 Response to "Perbedaan Septic Tank Bio Dan Septic Tank Konvensional"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel