Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok


Bagaimana cara menghitung kebutuhan cat tembok? Dalam setiap proses renovasi rumah, dibutuhkan perencanaan anggaran belanja yang matang. Tak terkecuali dalam perhitungan banyaknya cat yang dibutuhkan untuk suatu ruangan. Perhitungan yang sempurna memungkinkan anggaran sanggup dialokasikan dengan sempurna dan tidak terbuang sia-sia.

Sebenarnya, gampang kok untuk menghitung jumlah cat yang dibutuhkan untuk setiap ruangan. Pertama, kita cari tahu dulu berapa ukuran panjang, lebar, dan tinggi tembok ruangan untuk mendapat luas tembok secara keseluruhan. Selanjutnya, kurangi luas tembok tersebut dengan luas pintu ditambah jendela. Hasil balasannya merupakan luas bidang bahwasanya yang akan dilapisi dengan cat.

Setelah mengetahui luas dinding secara keseluruhan, selanjutnya yaitu mencari berapa banyak jumlah cat yang diperlukan. Caranya, anda sanggup membagi luas bidang dengan daya sebar cat yang anda gunakan. Ingat, setiap produk cat mempunyai daya sebar yang berbeda-beda dan sanggup dilihat di kemasan. Terakhir, yaitu mengalikannya dengan jumlah lapisan yang akan dilakukan.

Untuk memperjelas anda memahami rumus perhitungan di atas, kami tampilkan pola perhitungannya.

Pak Joko berniat mengecat ruang tamunya yang berukuran 3 x 6 meter dan tinggi 4 meter. Di dalam ruangan tersebut terdapat dua buah pintu masing-masing berukuran 1 x 2 meter dan enam buah jendela masing-masing berukuran 0,5 x 1 meter. Rencananya beliau akan menggunakan suatu produk cat berwarna Copper Orange yang mempunyai daya sebar teoritis sebesar 12 m²/L. Sedangkan di pasaran, cat ini dijual per kaleng dengan kemasan 5 liter dan 2,5 liter per kalengnya. Berapa kaleng cat tembok yang harus dibeli oleh Pak Joko?

Penyelesaian
  • Diketahui : Panjang ruangan = 3 meter
  • Lebar ruangan = 6 meter
  • Tinggi ruangan = 4 meter
  • Jumlah pintu = 2 buah
  • Lebar pintu = 1 meter
  • Tinggi pintu = 2 meter
  • Jumlah jendela = 6 buah
  • Lebar jendela = 0,5 meter
  • Tinggi jendela = 1 meter
  • Daya sebar cat = 12 m²/L
  • 1 kaleng cat = 5 liter dan 2,5 liter
Ditanyakan : Berapa kaleng cat yang dibutuhkan?

Jawab :
  1. Luas kotor tembok ruangan = (2 x panjang x tinggi) ditambah (2 x lebar x tinggi) = (2 x 6 meter x 4 meter) ditambah (2 x 3 meter x 4 meter) = 48 m² ditambah 24 m² = 72 m²
  2. Luas higienis tembok ruangan = luas kotor tembok ruangan – luas pintu – luas jendela = 72 m² – (2 x 1 meter x 2 meter) – (6 x 0,5 meter x 1 meter) = 72 m² – 4 m² – 3 m² = 65 m²
  3. Jumlah cat yang dibutuhkan = luas higienis dinding ruangan : daya sebar teoritis cat = 65 m² : 12 m²/L = 5,42 liter
  4. Karena dalam setiap proses pengecatan dinding minimal dilakukan pelapisan sebanyak dua kali, maka kebutuhan cat menjadi = kebutuhan cat per lapisan x jumlah lapisan = 5,42 liter x 2 = 10,84 dibulatkan menjadi 11 liter.
  5. Jumlah kaleng cat yang harus dibeli = kebutuhan cat : berat higienis produk cat = 11 liter : 5 liter = 2,2 kaleng.
Jadi, untuk mengecat tembok ruang tamunya, Pak Joko harus membeli 2,2 kaleng cat atau 2 kaleng cat kemasan 5 liter dan 1 kaleng cat kemasan 2,5 liter. Dari cat yang dibeli tersebut, akan menyisakan cat sebanyak 2,5 liter – 1 liter = 1,5 liter.

0 Response to "Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel