Tips Menentukan Pasir Yang Baik Untuk Material Konstruksi


Kekokohan konstruksi sangat dipengaruhi oleh kualitas materi bangunan pembentuknya. Karenanya untuk menghasilkan bangunan yang berpengaruh dan kokoh sekaligus estetis diharapkan material yang sempurna serta berkualitas baik. Kali ini kami membahas perihal pasir sebagai salah satu materi bangunan yang banyak digunakan sebagai agregat halus. Misalnya, pada pondasi, pasangan dinding, plesteran, maupun konstruksi beton. Lalu, bagaimana cara menentukan pasir yang baik

Jenis Pasir dan Syarat Penggunaannya
Di pasaran dijual bermacam-macam jenis pasir yang ditambang dari aneka macam daerah di alam, menyerupai sungai, laut, rawa, gunung atau pun bukit. Seiring kemajuan tersedia pula pasir yang diproduksi (pabrikasi) dengan cara menggiling bebatuan dan menyaringnya sampai didapat butiran dengan diameter sesuai kebutuhan. Pasir mempunyai ukuran butiran sampai 5 mm, dan warnanya bermacam-macam (putih, abu-abu, cokelat, hitam) tergantung daerah penambangan.

Dalam konstruksi jenis agregat halus ini dibedakan berdasarkan penggunaannya, ialah pasir urug, pasir pasang, pasir plester, dan pasir beton. Pasir urug yang digunakan untuk pengurugan —di bawah pondasi, lantai, dan sebagainya— biasanya cenderung bercampur lumpur dan kerikil. Pasir pasang yang relatif higienis (sudah dicuci) dengan butiran relatif halus digunakan untuk pekerjaan pasangan pondasi dan dinding.

Pasir plester yang digunakan untuk plesteran juga mempunyai karakteristik higienis dan halus. Sementara, pasir beton atau cor yang digunakan untuk menciptakan adonan beton (sloof, balok, plat) relatif lebih kasar, keras, dan tidak menggumpal bila digenggam serta cenderung berwarna hitam.

Dalam Standar Nasional Indonesia ditetapkan beberapa syarat untuk kualitas pasir yang baik, terutama untuk materi adonan pembuatan beton (SNI S-04-1989-F perihal agregat halus).
  • Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras.
  • Butir agregat halus harus bersifat awet (tidak pecah atau hancur oleh imbas cuaca).
  • Agregat halus tidak mengandung lumpur lebih dari 5%, bila lebih dari 5% harus dicuci.
  • Agregat halus tidak mengandung materi organik.
  • Modulus kehalusan butir berkisar antara 1,5 -3 ,8 mm terdiri atas butiran yang bervariasi.


Cara Memilih Pasir yang Baik
Untuk menentukan pasir berkualitas, diketahui beberapa cara sederhana maupun yang memakai teknik khusus. Kita sanggup menentukan mana cara paling praktis.
  1. Pasir yang baik tidak mengandung kotoran (bahan organik menyerupai daun kering, ranting lapuk, lumut) atau bercampur dengan materi lain (lumpur, kerikil, dan batuan). Pasir yang higienis (sudah melalui proses pencucian) biasanya lebih mahal dibandingkan pasir yang kotor dan bercampur lumpur. Jadi, pasir yang lebih mahal biasanya mempunyai kualitas lebih baik. Meskipun demikian, untuk memastikan kita Bangunan harus mengeceknya.
  2. Pengecekan pasir sanggup dilakukan dengan melihat butiran dan menggenggamnya. Pasir yang baik mempunyai butiran yang keras dan tajam. Jika digenggam dan dibuka pasir terurai dengan gampang berarti minim kandungan lumpur. Coba genggam pasir dengan dua telapak tangan. Sesaat kemudian buka genggaman dan jatuhkan pasir dengan menepukkan kedua telapak tangan. Apabila pasir jatuh dengan gampang dan telapak tangan segera higienis tanpa ada pasir yang melekat dan mengotori tangan, berarti pasir mempunyai kualitas yang relatif baik. Sebaliknya, bila pasir melekat dan mengotori tangan berarti agregat halus ini cenderung mempunyai kandungan lumpur yang tinggi. Artinya, kualitasnya kurang baik. Baca Juga: Selain Untuk Sirkulasi Udara, Ternyata Posisi Jendela Sangat Berpengaruh Pada Kesehatan, Lho.. 
  3. Pengecekan sanggup juga dilakukan dengan memasukkan genggaman tangan berisi pasir ke dalam air. Semakin tinggi kualitas pasir, relatif tidak gampang terlarut dalam air.
  4. Pengujian kandungan lumpur dalam pasir juga sanggup dilakukan dengan memasukkan pasir ke dalam botol (±1/2-nya) tambah air sampai 2/3 kemudian kocok dan diamkan kira-kira 24 jam. Jika endapan lumpur yang terbentuk kurang dari 5% berarti pasir relatif baik.

0 Response to "Tips Menentukan Pasir Yang Baik Untuk Material Konstruksi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel