Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pondasi Tiang Pancang (Pile Foundation)


Pengertian Tiang Pancang
Dalam perencanaan dalam membuat sebuah pekerjaan konstruksi bangunan gedung maupun konstruksi lainnya, banyak elemen-elemen yang dibutuhkan, apalagi menyangkut masalah ketahanan bangunan yang tergantung pada jenis pondasi yang akan digunakan nantinya. Salah satu jenis pondasi yang biasa digunakan untuk bangunan tinggi adalah pondasi tiang pancang. Pondasi tiang pancang tersebut yang paling mudah dipakai, karena jenis pondasi ini dapat dilakukan secara precast dan kualitasnya dapat lebih terkontrol dibandingkan jenis pondasi dalam lainnya.

Pondasi tiang pancang merupakan pondasi tiang yang dibuat terlebih dahulu biasanya dari beton fabrikasi, kemudian dimasukkan ke dalam tanah dengan cara di pancang hingga mencapai kedalaman tertentu sesuai dengan perencanaan yang sudah direncanakan.




Metode yang paling umum untuk menancapkan tiang pancang ke dalam tanah adalah dengan menggunakan sebuah mesin yang disebut mesin pemancang dan prosesnya disebut sebagai pemancangan tiang. Istilah “pemancangan” tersebut bisa meliputi penggetaran tiang dan penekanan tiang secara hidrolis yang menyebabkan desakan ke dalam tanah sehingga mencapai tegangan kontak antara selimut tiang dengan tanah yang relatif lebih besar dibandingkan dengan tiang bor (bored pile).

Sederhananya, tiang pancang merupakan bagian dari pondasi yang berperan menyalurkan beban dari konstruksi dan struktur bangunan ke dalam lapisan tanah terdalam yang letaknya berada jauh di bawah permukaan sehingga bangunan menjadi lebih kokoh dan tahan lama. Pada umumnya, praktek pemancangan dilakukan dalam posisi tegak lurus ke dalam tanah, namun ada juga teknik pemancangan miring seperti pada dermaga karena dipengaruhi oleh tekanan ke samping dari perahu ataupun kapal.

Dilansir dari Wikiversity, pondasi tiang pancang adalah sebuah bagian struktural dari sebuah bangunan yang membagi tekanan gravitasi secara merata pada tanah dan berfungsi agar bangunan yang dibangun bisa menjadi kuat dan berdiri dengan kokoh. Pondasi tiang pancang mempunyai bentuk seperti sebuah kolom-kolom yang terbuat dari semen ataupun baja kokoh yang akan memperkuat struktur bangunan.

Pondasi tiang pancang pada bangunan sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Bangunan yang berat dan memiliki tingkat yang tinggi diharuskan untuk memiliki pondasi yang sangat dalam agar kekuatan struktural dari bangunan menjadi kuat dan tahan terhadap guncangan yang besar sekalipun.

Pondasi tiang pancang umumnya digunakan apabila struktur tanah yang akan dibangun mempunyai kemungkinan untuk bergeser atau labil. Selain itu juga pondasi jenis ini biasa digunakan apabila terdapat sebuah drainase di bawah tanah.

Jenis-jenis Pondasi Tiang Pancang
Berbagai macam jenis pondasi tiang pancang yang digunakan pada konstruksi pondasi sangat tergantung pada beban yang bekerja pada pondasi tersebut selama tersedianya bahan yang ada, juga cara-cara pelaksanaan pemancangannya. Jenis pondasi tiang dapat dibedakan berdasarkan jenis bahan tiang dan pembuatannya. Berikut ini klasifikasi tiang pancang berdasarkan jenis bahan tiang dan pembuatannya yang dapat dibedakan menjadi 5 (lima) kategori yaitu :

4. Pondasi Tiang Komposit


Tiang pancang umumnya digunakan:
  • Untuk mengangkat beban-beban konstruksi diatas tanah kedalam atau melalui sebuah stratum/lapisan tanah. Didalam hal ini beban vertikal dan beban lateral boleh jadi terlibat.
  • Untuk menentang gaya desakan keatas, gaya guling, seperti untuk telapak ruangan bawah tanah dibawah bidang batas air jenuh atau untuk menopang kaki-kaki menara terhadap guling.
  • Memampatkan endapan-endapan tak berkohesi yang bebas lepas melalui kombinasi perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan. Tiang pancang ini dapat ditarik keluar kemudian.
  • Mengontrol lendutan/penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada tanah tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.
  • Membuat tanah dibawah pondasi mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo getaran dan frekuensi alamiah dari sistem tersebut.
  • Sebagai faktor keamanan tambahan dibawah tumpuan jembatan dan atau pir, khususnya jika erosi merupakan persoalan yang potensial.
  • Dalam konstruksi lepas pantai untuk meneruskan beban-beban diatas permukaan air melalui air dan kedalam tanah yang mendasari air tersebut. Hal seperti ini adalah mengenai tiang pancang yang ditanamkan sebagian dan yang terpengaruh oleh baik beban vertikal (dan tekuk) maupun beban lateral (Bowles, 1991).


Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Tiang Pancang
Tiang pancang yang dikerjakan semua mempunyai kelebihan dan kekurangannnya tersendiri. Kemampuan pondasi dalam menahan beban juga akan menjadi berubah apabila Anda menggunakan tiang pancang yang tidak sesuai dengan desain bangunannya. Dilansir dari Architectures Ideas, inilah beberapa kelebihan dan kekurangan dari penggunaan tiang pancang pada bangunan Anda:

A. Kelebihan Tiang Pancang
  • Anda bisa melakukan precasting pada pondasi tiang pancang agar bisa menyesuaikan dengan spesifikasi bangunan yang hendak Anda bangun.
  • Ukuran dan bentuk dari pondasi tiang pancang juga bisa Anda sesuaikan sendiri sehingga akan menghemat banyak waktu dalam konstruksi bangunan.
  • Pondasi tiang pancang bisa memperkuat struktur bangunan secara drastis apabila dibangun pada tanah yang labil.
  • Pondasi ini juga akan memberikan tampilan yang menarik terhadap bangunan dan dalam proses pengerjaannya tidak membutuhkan pengawasan lebih karena sangat mudah untuk dilakukan.
  • Penggunaan pondasi tiang pancang juga sangat cocok apabila di dalam tanah terdapat aliran drainase air bertekanan karena tidak membutuhkan pengeboran yang dalam.
  • Pondasi tiang pancang sangat membantu bagi Anda yang ingin membangun pada daerah tepi pantai karena struktur bangunan akan menjadi sangat kokoh dan kuat terhadap erosi air laut.
  • Apakah Anda memiliki rencana untuk membeli rumah hasil lelang bank? Simak video menarik berikut untuk mempelajari tips terbaiknya!
 

B. Kekurangan Tiang Pancang
  • Tiang pancang membutuhkan kekuatan tambahan dari beton yang sudah dicetak sebelumnya agar tiang bisa berdiri dengan baik dan mampu menahan guncangan apabila sedang dipasangkan ke dalam tanah.
  • Pondasi tiang pancang membutuhkan perencanaan dan penghitungan matematis yang tepat agar tidak terjadi kerusakan struktural yang diakibatkan oleh tidak meratanya pembagian beban pada bangunan.
  • Pemasangan tiang pancang juga membutuhkan berbagai peralatan berat dan akan memakan waktu pemasangan yang tidak sebentar. Konstruksi tiang pancang akan memerlukan kesabaran agar bisa terpasang dengan baik dan kuat.
  • Anda juga akan cukup sulit untuk menghitung berapa banyak dan berapa panjang tiang pancang yang Anda butuhkan untuk di tanam pada tanah karena harus menyesuaikan dengan kondisi struktur dari tanah yang akan dibangun.
  • Pemasangan tiang pancang juga akan menghasilkan guncangan yang sangat keras dan bisa mempengaruhi kondisi struktur bangunan yang ada di sekitarnya.
  • Itulah beberapa kegunaan beserta kelebihan dan kekurangan pondasi tiang pancang. Pastikan agar bangunan Anda dibangun dengan menggunakan tiang pancang agar menjadi lebih kokoh dan tahan terhadap guncangan.

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita dalam dunia Konstruksi.

Post a Comment for "Pondasi Tiang Pancang (Pile Foundation)"