Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Safelik Convert by Netralid
Done

Perencanaan Adonan Aspal (Mix Design) 2

CAKUPAN MIX DESIGN ASPHALT

  1. Pemilihan tipe lapis perkerasan 
  2. Pemilihan jenis agregat 
  3. Pemilihan gradasi agregat 
  4. Pemilihan jenis aspal 
  5. Menentukan jumlah kadar aspal optimum (KAO)


DIAGRAM ALIR MENENTUKAN KADAR ASPAL OPTIMUM







PROSES MIX DESIGN (ASPHALT INSTITUTE)

PEMILIHAN GRADASI AGREGAT YANG TEPAT 

Berkaitan dengan fatigue cracking, thermal cracking dan stabilitas

PEMILIHAN JENIS AGREGAT YANG TEPAT 

Berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, stripping, skid resistance

PEMILIHAN VOLUMETRIK CAMPURAN YANG TEPAT

Berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, bleeding, stripping dan skid resistance

1. Pemilihan Tipe Lapis Perkerasan

Campuran aspal panas (hot mix asphalt/HMA) gradasi rapat (dense graded) dibagi 3 kategori tergantung spesifikasinya, yaitu : 
1) Surface mixtures 
2) Binder mixtures 
3) Base mixtures

Berdasarkan urutan dari maksimum ukuran agregat terbesar hingga yang terkecil yaitu base, binder dan surface mixture 

Surface Mixtures

  • Campuran yang dirancaang memilki stabilitas dan durabilitas yang cukup mengantisipasi beban kemudian lintas dan imbas udara, perubahan temperatur dan air.
  • Umumnya memilki kadar aspal > lapisan binder dan lapisan base
  • Maksimum ukuran agregat antara 3/8 – ¾ in

Binder Mixtures


  • Sering disebut juga intermediate layer
  • Terletak antara lapisan permukaan dan lapisan base 
  • Memilki ukuran maksimum agregat ¾ hingga 1.5 in

Base  Mixtures


  • Dapat diletakkan eksklusif di atas lapisan subgrade yang dipadatkan .
  • Memilki ukuran maksimum agregat hingga 3 in


2. Pemilihan Gradasi Agregat


  • Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam adonan dan memilih workability ( sifat gampang dikerjakan ) dan stabilitas campuran. 
  • Gradasi agregat untuk adonan aspal ditunjukkan dalam persen terhadap berat agregat, dan harus berada di luar tempat larangan (restriction zone) yang ditunjukkan pada tabel 
  • Selain batasan titik kontrol gradasi juga terdapat persyaratan khusus yaitu kurva fuller dan tempat larangan (restricted zone). Kurva Fuller yaitu kurva gradasi di mana kondisi adonan mempunyai kepadatan maksimum dengan rongga diantara mineral agregat (VMA) yang minimum. Kurva Fuller tersebut ditentukan dengan persamaan:


Dimana: 
P = persen lolos saringan dengan bukaan saringan d mm 
d = ukuran agregat yang diperiksa (mm) 
D = ukuran maksimum agregat yang terdapat dalam adonan (mm)







4. Pemilihan Jenis Agregat

  1. Gradasi rapat (dense graded) 
  2. Daya tahan berpengaruh (strong and durable) 
  3. Angular (berbentuk kubikal) 
  4. Porositas rendah 
  5. Bersih, bernafsu dan hydrophobic
  6. Keras 


Agregat dalam adonan aspal : 
  1. Agregat kasar 
  2. Agregat halus 
  3. filler



Agregat kasar

  • Agregat bernafsu yaitu agregat yang tertahan ayakan no.8 
  • Fraksi agregat bernafsu harus dari kerikil pecah
  • Memilki nilai angularitas ibarat yang disyaratkan tabel

Agregat halus

  • Agregat halus yaitu terdiri dari pasir atau hasil ayakan kerikil pecah yang lolos ayakan no.8 
  • Pasir sanggup dipakai dalam adonan aspal.persentase maksimum yang disarankan untuk laston (AC) yaitu 15% 
  • Harus bersih, keras dan bebas lempung 

Bahan pengisi (Filler)

  • Dapat berupa debu kerikil kapur, semen portland, bubuk terbang, bubuk tenur semen atau materi non plastis lainnya 
  • Ukuran butiran lolos no.200













Post a Comment for "Perencanaan Adonan Aspal (Mix Design) 2"

SAFELINK