Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menentukan Pasir Yang Baik Untuk Beton Dan Plesteran


Tentu saja kita menginginkan Mutu yang Baik pada Konstruksi Beton dan Plesteran bagi dinding Rumah kita. Untuk mendapat Mutu yang Baik tersebut, tentu saja kita harus memakai Material yang baik pula. Baik dari segi mutunya dan sempurna penggunaannya.

Pasir yang digunakan dalam pembangunan Rumah dan Gedung, berdasarkan Guna-nya dapat dibagi atas 3 macam, yaitu:
  1. Pasir Pasang, yaitu Jenis Pasir yang biasa digunakan untuk Pemasangan Dinding Batubata/Batako, dan untuk pekerjaan Plesteran pada dinding tersebut.
  2. Pasir Cor, yaitu Jenis Pasir yang biasa dan baik digunakan untuk Pekerjaan Cor Beton, misalnya: Cor Sloof, Kolom, Balok, Plat Lantai Beton, dan lain-lain.
  3. Pasir Urug, yaitu Jenis Pasir yang hanya cocok digunakan untuk Pekerjaan Pengurukan (Urug), alasannya yakni mempunyai Gradasi yang bervariasi dan bercampur dengan Tanah/Lumpur dalam jumlah yang relatif banyak. Urukan ini dapat untuk menambah ketinggian Lantai Rumah dan Bangunan, dan sebagainya.
Persyaratan Pasir (Agregat Halus) yang baik sebagai Bahan Bangunan menurut Standar Nasional Indonesia (SKSNI-S-04-1989-F:28), adalah sebagai berikut:
  1. Agregat Halus harus terdiri dari butiran yang tajam dan keras dengan indeks kekerasan < 2,2.
  2. Sifat kekal apabila diuji dengan larutan jenuh Natrium Sufat bab hancurnya maksimal 12%, dan jikalau diuji dengan larutan Magnesium Sulfat bab hancurnya maksimal 10%.
  3. Tidak boleh mengandung Lumpur lebih dari 5%, apabila Pasir mengandung Lumpur lebih dari 5% maka pasir harus dicuci. [Catatan: Ini juga tercantum pada Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) tahun 1971].
  4. Pasir dilarang mengadung Bahan-bahan Organik terlalu banyak, yang harus dibuktikan dengan Percobaan Warna dari Abrans–Harder dengan larutan jenuh NaOH 3%.
  5. Susunan Besar Butir Pasir mempunyai modulus kehalusan antara 1,5 hingga 3,8 dan terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam.
  6. Untuk beton dengan tingkat keawetan yang tinggi, reaksi pasir terhadap Alkali harus Negatif.
  7. Pasir Laut dilarang digunakan sebagai Agregat Halus untuk semua Mutu Beton, kecuali dengan petunjuk dari Lembaga Pemerintahan Bahan Bangunan yang diakui.
  8. Agreagat halus yang digunakan untuk Plesteran dan Spesi Terapan harus memenuhi persyaratan pasir pasangan.
  9. Masih berada dalam Syarat Batas Gradasi Pasir yang Baik berdasarkan SNI, ibarat terlihat pada Gambar dibawah.


Demikian artikel tentang Cara Menentukan Pasir Yang Baik Untuk Beton Dan Plesteran yang dapat kami sampaikan. Untuk artikel lainnya tentang Metode Pelaksanaan Pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) - Dukungan Sealant Pada Sela Lembaran ACP (Tahap 4) - Selesai dapat dilihat DISINI.

Post a Comment for "Cara Menentukan Pasir Yang Baik Untuk Beton Dan Plesteran"