Mengapa Rumah Kosong Tanpa Penghuni Lebih Gampang Rusak?



Ada beberapa Pendapat dan Tulisan yang aku dengar dan baca yang mengulas Topik ini, dengan opini yang berbeda-beda. Ada menyampaikan Rumah Kosong lebih gampang rusak alasannya ialah tidak adanya Aura Kehidupan pada rumah tersebut, ada juga yang menganonimkan Rumah Kosong sama dengan dengan Kosongnya Hati, sehingga rentan untuk rusak, dan sebagainya.

Pada kesempatan ini aku ingin memperlihatkan Opini ihwal Judul diatas, menurut Pengamatan, Pengalaman, dan Pendapat Teknis aku sendiri. Disini aku memaparkannya dari sudut Pandang Ilmiah dan Pengamatan di lapangan.

Beberapa Kondisi yang menyebabkan Rumah Kosong Lebih Praktis Rusak :

1. Tingkat Kelembaban didalam Rumah yang Tinggi

a.  Rumah kosong, biasanya Pintu dan Jendela-nya senantiasa dalam keadaan tertutup. Maka apa yang terjadi..? Tentu saja saja Tingkat Kelembaban Rumah Kosong tersebut menjadi lebih tinggi dibandingkan Rumah Berpenghuni, alasannya ialah tidak banyak Cahaya Matahari dan Udara segar yang masuk.

b.  Rumah kosong, biasanya Lampu didalam rumah tersebut senantiasa dalam keadaan mati. Tentu saja Tingkat Kelembabannya juga cenderung lebih tinggi.

Kondisi didalam Rumah yang Kosong dan Lembab dalam jangka waktu yang usang tersebut secara perlahan akan berdampak buruk, sanggup mengundang Binatang Kecil dan Rayap untuk masuk, Berdebu, Berkarat, Berjamur, dan sebagainya. Sehingga sanggup merusak Material Kayu, Cat Dinding, Plafon berbahan Tripleks dan Gypsum, Material berbahan Logam, dsb.

2.  Menetapnya Binatang pada Rumah Kosong

Disadari atau tidak Rumah Kosong akan menjadi Rumah bagi hewan (yang kasap Mata maupun yang tidak kasap Mata), ibarat Tikus, Kecoak, Semut, Rayap, dan sebagainya. Sedangkan pada Rumah yang berpenghuni, jumlah mereka tentu saja lebih sedikit dan tidak sanggup menetap.

Semua binantang ini secara perlahan tapi niscaya berpotensi merusak Material yang ada pada rumah tersebut. Seperti Tikus dan Rayap yang sanggup merusak Material berbahan Kayu, Kecoak yang sanggup membuatkan Bakteri dan Kuman yang bersifat merusak, Semut yang secara perlahan sanggup menggerogoti material Pasir (seperti Spesi pasangan keramik), dan sebagainya.

3.  Debu, Kotoran, Bakteri, dan Jamur pada Rumah Kosong

Debu yang senantiasa menempel (dalam kondisi Lembab) secara perlahan sanggup merusak Material Logam. Kotoran Hewan yang mengandung Bakteri dan Kuman sanggup merusak banyak sekali Material dalam Rumah tersebut (secara perlahan tapi pasti). Jamur juga sanggup merusak Material Berbahan Kayu, Cat, dan Logam.

Ketiga Item diatas akan lebih besar Kuantitas-nya pada Rumah Kosong. Karena Rumah yang Berpenghuni tentu saja senantiasa dibersihkan, cukup udara segar dan sinar matahari, dan Binatang Kecil tidak sanggup seenaknya menetap.

Demikian artikel tentang Mengapa Rumah Kosong Tanpa Penghuni Lebih Gampang Rusak? yang dapat kami sampaikan. Untuk artikel lainnya tentang Metode Pelaksanaan Mengupas Cat Dinding Rumah Usang Dengan Paint Remover dapat dilihat DISINI.

0 Response to "Mengapa Rumah Kosong Tanpa Penghuni Lebih Gampang Rusak?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel