Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Jenis-Jenis GeoTekstil dan Fungsinya Secara Umum


Pernahkah Anda mendengar tentang Geotextile, apabila belum maka ini akan jadi ulasan yang tepat. Sebelum mengenal jenis geotekstil ada baiknya jika Ada mengenal terlebih dahulu tentang material tersebut. Geotextile sendiri adalah salah satu material yang digunakan khusus untuk proyek konstruksi yang berhubungan dengan proyek penguatan jalan. Mengingat banyak lokasi geografis di Indonesia yang kondisi tanahnya cenderung lunak.  Biaya yang dikeluarkan untuk membuat material seperti ini cenderung lebih murah, dibandingkan dengan metode lainnya. Namun justru mempunyai daya tahan yang sangat baik. Saat ini jenis-jenis geotekstil yang dibuat ada beberapa jenis. Berikut penjelasannya untuk Anda.

Mengenal Jenis-Jenis GeoTekstil dan Fungsinya Secara Umum


Jenis-jenis Geotekstil
Seperti yang dijelaskan selintas di atas, Geotextile sendiri dibagi jadi beberapa jenis, antara lain :

1. Geotextile Woven
Adapun jenis geotekstil yang pertama akan dibahas adalah, Geotextile Woven. Materi tersebut adalah salah satu jenis geosynthetics, yang terbuat dari bahan dasar serat sintetis, yang ditenun atau disebut dengan slim film.

Adapun Geotextile ini sendiri dibentuk mirip dengan karung plastik. Akan tetapi fungsi dan bahan yang digunakan berbeda. Biasanya material yang satu ini, digunakan untuk memperkuat struktur tanah yang memerlukan tensile strength yang cukup tinggi.


2. Geotextile  non Woven
Selain Geotextile Woven, jenis-jenis geotekstil yang dimaksud berikutnya adalah Geotextile non woven. Dibentuk secara lembaran, dan tidak beranyam atau yang disebut dengan non woven. Bahan yang digunakan adalah serat-serat polimer, dengan bahan dasar Polypropylene / Polyester.

Adapun material yang satu ini banyak digunakan untuk separasi filtrasi, proteksi dan juga dapat digunakan sebagai bahan geobag. Seperti basanya bahan yang satu ini juga digunakan untuk proyek penguatan jalan.


Kedua Geotextile yang baru saja disebutkan adalah yang paling banyak dicari dan dipesan. Namun selain kedua Geotextile tersebut, masih ada geotextile lainya, yang terbilang jarang digunakan, yaitu :
1. Geotextile Woven Multifilament Yarn
Ini adalah geotextile yang dibuat dengan cara dianyam dengan pola Uniaxial dan juga Biaxial. Dimana geotextile yang satu ini, digunakan secara khusus, dalam memperkuat jalan. Terutama ketika lahan yang mengharuskan tenacity atau ketahanan lebih yang cukup tinggi, namun juga mempunyai daya serap air yang cukup tinggi.

Bahan yang satu ini, juga mempunyai keuntungan lebih, serti mempunyai kekuatan yang tinggi, hingga maksimalnya sekitar 200 kn / m. Dimana resistance korosi permeasi atau perlawanan kerusakan permaesi pada ir, jadi lebih mudah disimpan atau juga diangkut.

2. Geotextile non Woven Continuous Filament
Ini adalah salah satu jenis geotextile yang dibuat dengan spesifikasi khusus. Terutama untuk keperluan jalan raya yang memerlukan material yang kekuatan serta ketahanannya sangat extra, lebih dari bahan standar lainnya.

Berbeda dengan geotextile non woven yang standar, dimana bahan yang satu ini, mempunyai uraian serat yang cukup panjang, serta tidak berpengaruh terhadap kekuatan dari bahan itu sendiri. Adapun fungsi dan bahan yang digunakan, terbilang berbeda.

Dari sisi kekurangan, bahan yang satu kurang cocok untuk kondisi tanah yang lunak atau juga berlumpur.      


Harga dan ukuran Geotextile
Setelah mengenal jenis-jenis dari bahan Geotextile, maka berikutnya Anda akan mengenal tentang harga dan juga ukuran yang paling banyak dijual di pasaran, antara lain :
1. Geotextile Woven
Biasanya digunakan untuk proyek penguatan tanah lunak, seperti pada pinggir pantai, tanah bekas persawahan, dan yang lainnya.

Berat bahan yang dimiliki beragam, mulai dari 150 g, 200 g, dan 250 g. Sedangkan untuk besaran ukurannya :
  • 150 g, sekitar 4 x 200 meter per roll. Sedangkan harga geotextile per m2 biasanya  mulai dari harga sekitar 5 ribuan rupiah.  
  • 200 gram ke atas, sekitar 4 x 150 meter per roll. Sedangkan untuk harga geotekstil per meter biasanya dijual sekitar 9 ribu rupiah.
2. Geotextile non woven
Bentuknya seperti gulungan karpet, ketika sudah digelar, tampak seperti hamparan karpet. Warnanya putih dengan gramasi 200 g atau yang lebih tinggi. Biasanya digunakan untuk proyek penguatan tanah atau pemisah antara tanah dengan dasar, material di bawahnya. Yang membuat jalur air, tidak akan masuk atau rembes ke dalam bahan.
 
Sedangkan untuk bahan dengan gramasi 150 g, biasanya dapat digunakan untuk kebanyakan proyek drainase.

Untuk ukuran geotextile per roll, ada 2 ukuran yaitu :
  • 150 g sampa 400 g dengan ukuran 4 x 100 meter per roll. Biasanya harga geotekstil non woven yang ditawarkan mulai dari sekitar 10 ribuan rupiah.  
  • 500 gram lebih, dimana per 1 rollnya sektar 4 x 50 meter. Adapun biasanya harga geotekstil per m2 yang ditawarkan mulai dari sekitar 13 ribuan rupiah.  
Adapun untuk harga geotextile per roll sendiri terbilang cukup beragam, tergantung dari jenis bahan geotextile itu sendiri. Sedangkan rata-rata total panjang per 1 roll adalah sekitar 800 meter persegi. Jadi Anda yang ingin membeli secara roll, atau bahkan per kg, tidak ada salahnya jika mencari tahu terlebih dahulu harga geotekstil m2, untuk masing-masing geotextile yang dibutuhkan.

Tentunya harga Geotextile ini berbeda dengan harga geobag. Misalnya saja harga geobag non woven dan harga geobag woven terbilang berbeda. Tergantung dari ukuran dan berat geobag yang digunakan.
Fungsi geotextile


Jika dilihat berdasarkan fungi, maka ada 3 fungsi yang paling umum digunakan, antara lain :
1. Penyaring
Sebagai penyaring / filter, maksudnya untuk mencegah partikel tanah terbawa oleh aliran air. terutama untuk Geotextile non woven, yang permeabel atau tembus air, membuat air dapat dengan mudah melewati geotextile, termasuk partikel tanah yang ikut tersaring.  
Terutama banyak digunakan untuk filtrasi, pada proyek drainase bawah air.

2. Pemisah
Bahan yang satu ini berguna untuk memisahkan dan juga mencegah material satu dengan yang lain tercampur. Dimana bahan yang satu ini, biasanya digunakan untuk pembangunan jalan diatas tanah dengan dasar yang lunak.
Bahan yang satu ini juga berguna mencegah naiknya lumpur ke sistem pemasaran, agar tidak terjadi pumping effect. Diman efek ini akan memberikan efek merusak pada sistem pengerjaan jalan lainnya. 
 
3. Stabilisator
Atau disebut juga dengan penguatan atau reinforcement. Biasanya digunakan untuk proyek timbunan tanah, mencegah longsor, penguatan lereng, atau yang lainnya. Lantaran bahan yang satu ini, menggunakan membrane effect, yang mengendalikan tensile strength. Hasilnya kemungkinan penurunan timbunan tanah yang dibuat jadi lebih kecil.


Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan, bahwa ada beberapa jenis-jenis geotekstil, yang ada di pasaran saat ini. Anda dapat melihat dan memilih salah satu jenis yang dinilai tepat dan sesuai kebutuhan. Namun apabila Anda masih bingung dalam memilih, tidak ada salahnya, jika menanyakan langsung kepada pihak toko, akan pilihan yang tepat, dan sesuai kebutuhan Anda. Termasuk masalah ukuran yang memang Anda butuhkan.  

Post a Comment for "Mengenal Jenis-Jenis GeoTekstil dan Fungsinya Secara Umum"